Kekalahan 0-5 dari Bali United pada 21 Oktober 2026 membuat Garudayaksa FC menghadapi pekerjaan besar sebelum kembali bertanding. Pelatih Milos Joksic menempatkan pemulihan mental sebagai langkah awal, kemudian kondisi fisik dan kemungkinan penyegaran tim. Pernyataan itu dimuat I.League pada 24 Oktober setelah pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Perhatian pelatih tidak berhenti pada selisih gol, melainkan pada respons pemain ketika berada dalam tekanan pertandingan.
Laporan tersebut menyebut penampilan Garudayaksa pada babak kedua mengalami penurunan setelah gol bunuh diri Hamra Hehanussa. Joksic membaca kejadian itu sebagai bagian dari persoalan yang harus dibenahi. Ia tidak membatasi evaluasi pada satu pemain yang tercatat dalam peristiwa gol. Pelatih justru membicarakan keadaan tim secara lebih luas, termasuk bagaimana para pemain mempertahankan keyakinan dan menjalankan pekerjaan ketika situasi pertandingan bergerak ke arah yang tidak diinginkan.
Pendekatan kepada pemain
Joksic menjelaskan urutan perhatiannya dengan menempatkan mentalitas lebih dahulu sebelum kebugaran. Pelatih asal Serbia tersebut juga berencana melakukan pendekatan personal untuk membantu mengangkat kembali kondisi skuad. Keterangan ini menunjukkan bahwa evaluasi tidak hanya dilakukan melalui perubahan susunan atau pembicaraan taktik. Staf harus memahami respons pemain setelah kekalahan besar, sambil mempersiapkan tim menghadapi tuntutan pertandingan baru dalam kalender kompetisi yang tetap terus berjalan.
Lawan berikutnya yang dijadwalkan adalah Persib Bandung pada 25 Oktober di Stadion Pakansari, Bogor. Joksic mengakui kualitas lawan dan membuka kemungkinan melakukan perubahan untuk memberi kesegaran. Namun, ia juga menyampaikan keterbatasan pilihan dalam skuad. Situasi tersebut membuat rencana perubahan perlu dibaca dalam hubungannya dengan pemain yang tersedia, bukan sebagai kepastian bahwa seluruh masalah dapat dijawab hanya dengan mengganti beberapa nama pada daftar susunan awal pertandingan.
Garudayaksa berada pada tahap musim yang masih memberi ruang untuk memperbaiki perjalanan, tetapi waktu menjelang pertemuan berikutnya sangat terbatas. Pelatih harus menghubungkan pelajaran dari Gianyar dengan pekerjaan yang realistis dilakukan selama jeda. Memulihkan kepercayaan diri dan menjaga kesiapan bermain menjadi bagian dari kebutuhan itu. Tekanan kompetisi tidak hilang setelah sebuah evaluasi disampaikan; respons tim tetap harus muncul melalui keputusan dan tindakan pemain ketika kembali berada di lapangan.
Kekalahan sebagai dasar pekerjaan berikutnya
Berita tentang Garudayaksa memperlihatkan bahwa skor besar mempunyai kelanjutan setelah pertandingan berakhir. Ada perjalanan pulang, penilaian terhadap keadaan pemain, dan pilihan mengenai bagaimana sesi persiapan berikutnya dijalankan. Dalam penjelasan Joksic, persoalan mental dan fisik tidak ditempatkan sebagai hal yang terpisah dari permainan. Keduanya menjadi landasan agar tim dapat menjalankan instruksi dengan lebih baik ketika menghadapi lawan yang kembali menuntut kesiapan pada tingkat kompetitif.
Bagi pembaca yang mengikuti hasil sepak bola melalui Jalalive, laporan ini melengkapi catatan kekalahan Garudayaksa dengan keterangan dari pelatihnya. Fakta yang sudah terjadi adalah pertandingan di Gianyar dan penjelasan evaluasi setelahnya. Pertemuan dengan Persib masih merupakan agenda berikutnya pada saat keterangan diterbitkan. Perbedaan waktu tersebut mempertahankan kejelasan cerita: Garudayaksa sudah memulai pekerjaan pemulihan, tetapi hasil dari pekerjaan itu belum dapat disamakan dengan keberhasilan di pertandingan yang belum dimainkan.